proposal penelitian pola asuh 2014

Download Proposal Penelitian Pola Asuh 2014

Post on 30-Sep-2015

21 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Proposal hibah penelitian

TRANSCRIPT

  • USULAN

    PENELITIAN DOSEN PEMULA

    HUBUNGAN POLA ASUH (PEMBERIAN ASI DAN STATUS GIZI) DENGAN

    PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 0 36 BULAN

    DI PUSKESMAS SULI

    TIM PENGUSUL

    Ketua Peneliti

    Warda, S.ST.,M.Kes

    NIDN: 0911116304

    Anggota Peneliti

    Ns. Dian Setya Budi, S.Kep.,M.Kep

    NIDN: 1120018001

    AKADEMI KEPERAWATAN SAWERIGADING PEMDA LUWU

    APRIL, 2014

    Kode/Rumpun Ilmu: 371/ Keperawatan

  • DAFTAR ISI

    HALAMAN SAMPUL ........................................................................................ i

    HALAMAN PEN GESAHAN ............................................................................ ii

    DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

    DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iv

    RINGKASAN PENELITIAN .............................................................................. v

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Penelitian ......................................................... 5

    B. Rumusan Masalah .................................................................... 6

    C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 7

    D. Manfaat Penelitian .................................................................... 7

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    A. Konsep dan Teori ....................................................................... 9

    1. Tinjauan Umum tentang Pola Asuh ....................................... 10

    2. Tinjauan Umum tentang Motorik Kasar ................................ 13

    B. Kerangka Konsep ..................................................................... 14

    C. Definisi Operasional dan Kriteria Objektif ............................... 15

    BAB III METODE PENELITIAN

    A. Desain Penelitian ...................................................................... 17

    B. Lokasi dan Waktu Penelitian...................................................... 17

    C. Populasi dan Sampel ................................................................. 17

    D. Metode Pengumpulan Data ........................................................ 18

    E. Teknik Analisis dan Pengolahan Data ....................................... 18

    BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN A. Biaya Penelitian ........................................................................ 20

    B. Jadwal Penelitian ........................................................................ 21

    DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 22

    LAMPIRAN 1 Justifikasi Anggaran Penelitian ................................................... 23

    LAMPIRAN 2 Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ............ 24

    LAMPIRAN 3 Biodata Ketua dan Anggota ....................................................... 25

    LAMPIRAN 4 Surat Pernyataan Ketua Peneliti

  • RINGKASAN

    Penelitian ini mengeksplorasi Pola asuh anak yang di berikan oleh orang tua kepada anak

    anaknya. Pola asuh adalah kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan yang berdampak

    luas pada kehidupan seluruh anggota keluarga yang menjadi dasar penyediaan pengasuhan yang

    tepat dan bermutu pada anak termasuk pengasuhan makanan bergizi (Depkes RI, 2000).

    Tujuan penelitian ini secara khusus adalah: (1) Untuk mengetahui gambaran pemberian

    Asi anak usia 0-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Suli Kabupaten Luwu. (2) Untuk

    mengetahui gambaran status gizi anak usia 0-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Suli

    Kabupaten Luwu. (3) Untuk menganalisis hubungan Pola Asuh (Pemberian Asi dan status gizi)

    dengan perkembangan motorik kasar anak 0-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Suli

    Kabupaten Luwu.

    Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk kuantitatif

    menggunakan pendekatan tipe cross sectional yang merupakan salah satu jenis studi observasi

    yang dilakukan pada semua subjek untuk variabel, tetapi tiap subjek hanya diobservasi satu kali,

    dan faktor risiko serta efek diukur menurut keadaannya. Instrumen berupa angket terlebih dahulu

    di uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan dua tahapan yakni analisis

    univariat dengan mendeskripsikan semua variabel bebas dan terikat dalam bentuk tabel distribusi

    frekuensi dan narasi, Setelah itu dilakukan analisis bivariat untuk melihat distribusi frekuensi

    (tabulasi silang) variabel bebas dan terikat. Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang

    bermakna antara variabel bebas dan terikat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment

    (apabila data pada variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi normal). Untuk mengolah

    data digunakan perangkat lunak Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 16.0.

    Luaran penelitian ini adalah: (1) jurnal ilmiah ber-ISSN yang akan didistribusikan pada

    tempat pelayanan kesehatan, dan Sekolah menengah Atas; (2) hasil penelitian ini juga akan

    diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN sebagai bagian penting dari publikasi ilmiah; (3)

    rekomendasi penelitian akan disampaikan kepada pemangku kebijakan kesehatan di Kabupaten

    Luwu Sulawesi Selatan, sehingga dapat memaksimalkan perannya dalam mengantisipasi pola

    asuh yang lebih baik.

    Keywords: Pola Asuh, Pemberian Asi, Gizi

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Air Susu Ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah SWT untuk

    memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan

    penyakit. Keseimbangan Air Susu Ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki

    bentuk paling baik pada tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat

    kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan

    perkembangan system syaraf. Makan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan

    teknologi masa kini tidak menandingi keunggulan Air Susu Ibu.

    Perkembangan Motorik adalah perkembangan pengendalian gerakan jasmani melaluin

    kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Yang dapat dicapai oleh

    seorang anak apabila anak mendaptkan asupan makanan yang cukup kualitas gizinya, hal ini

    terdapat dalam ASI. Anak terganggu perkembangan motorik kasar apabila ibu tidak

    memberikan ASI Eksklusif kepada bayi. Hal ini akan menjadi beban keluarga, anak tidak

    mampu mandiri, bahkan mungkin tidak dapat diterima dalam lingkungan social.

    Proses tumbuh-kembang merupakan proses utama, dan merupakan sesuatu yang

    penting bagi anak. Untuk dapat tumbuh kembang dengan baik, sesorang anak harus

    terpenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan fisik, emosi, dan stimulasi Telah disadari

    pemberian ASI secara eksklusif untuk 4-6 bulan pertama kehidupan sangat menunjang

    kebutuhan tersebut. Sebagai sumber gizi bagi bayi, ASI memiliki sifat unggul karena

    mengandung protein, lemak, laktosa, vitamin, dan mineral dengan komposisi yang sangat

    sempurna. Disamping itu salah satu keunggulan ASI yang tidak terdapat pada susu botol

    adalah kandungan antibody yang bersifat protektif terhadap infeksi yang menyerang

    bayi.(Yanwirasti,2003:15).

    Salah satu langkah awal penting untuk mewujudkannya adalah pemberian

    makanan pertama dengan kualitas dan kuantitas optimal. Soalnya gangguan gizi pada

    pertumbuhan bayi dapat menghambat pertumbuhan otak, yang tentu berpengaruh pada

    kecerdasan bayi. Fakta-fakta ilmiah membuktikan, bayi dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas

    bila diberi Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada 4-6 bulan pertama kehidupannya. ASI

    Eksklusif lebih tepat disebut pemberian ASI secara Eksklusif, artinya hanya pemberian ASI

  • pada bayi. Bayi tak mendapat tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air

    the, air putih, juga tambahan makanan padat seperti pisang, papaya, bubur susu, biscuit,

    bubur nasi, tim.(Soetjiningsih,1995:20)

    Ada dua factor yang mempengaruhi kecerdasan. Yang pertama adalah faktor

    genetik atau bawaan dari orang tua.Faktor lain adalah factor lingkungan.Faktor ini akan

    menunjang apakah factor genetic bias berkembang optimal. Berbeda dengan factor genetic

    yang tidak dapat direkayasa, Faktor lingkungan punya banyak sisi yang dapat

    dimanipulasi.Secara garis besar ada tiga jenis factor lingkungan yang dapat mempengaruhi

    perkembangan kecerdasan.Diantaranya pertumbuhan fisik biomedis otak.Untuk ini, nutrisi

    berperan sangat penting. Makanan dengan kualitas kadar gizi dan kuantitas yang optimal

    akan mendukung pertumbuhan otak yang optimal pula. Kata cerdas selalu diasosiasikan

    dengan otak, salah satufactor organ paling penting.(Soetjiningsih,1995:25)

    Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2010, Sumatera Utara 13,5 % mengalami kasus

    gizi kurang dan 7,8 % gizi buruk dan menjadi peringkat ke-8 dari 33 provinsi di Indonesia

    dengan status gizi buruk (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian

    Kesehatan 2010).

    Kurang pengetahuan ibu tentang pemberian makanan terjadi karena banyak tradisi dan

    kebiasaan seperti penghentian penyusuan lebih awal dari 2 tahun, anak kecil hanya

    memerlukan makanan sedikit dan pantangan terhadap makanan, ini merupakan faktor

    penyebab masalah gizi di masya